Jala Samudra Institute · Publikasi

Bunuh Diri Kognitif Industri Maritim Indonesia

https://youtu.be/3_-54mVj6uM?si=LultG9h03ul1McPN

On TikTok

On Instagram

Salah satu cabang dari strategi peperangan Asimetris/Hibrida ada dikenal yang namanya Cognitive Warfare.

Dalam Cognitive Warfare, pikiran manusia menjadi medan perang. Tujuannya adalah untuk mengubah tidak hanya apa yang orang pikirkan, namun juga tentang bagaimana mereka berpikir dan cara mereka bertindak. Hal tersebut yang kemudian akan membentuk dan mempengaruhi keyakinan dan perilaku individu dan kelompok untuk mendukung tujuan taktis/strategis agresor yang menggunakan metode perang jenis ini.

Namun menariknya, terkadang strategi Cognitive Warfare tersebut tanpa sadar terimplementasi sendiri secara tidak sengaja melalui pilihan kebijakan negatif yang kurang mendukung suatu capaian yang hendak diraih oleh suatu negara.

Di bidang maritim misalnya, semua orang Indonesia sepakat bahwa Indonesia adalah negara maritim, mengingat kesejarahan dan lebih dari 2/3 wilayah Indonesia adalah laut. Akan tetapi menariknya, ketika datang ke laut atau pantai, hal pertama yang disuguhkan kepada masyarakat kita adalah tagihan retribusi memasuki kawasan wisata pantai.

Hal tersebut secara tidak langsung membangun mindset masyarakat Indonesia, bahwa laut adalah tempat wisata, bukan tempat untuk bekerja/mencari nafkah, memajukan industri maritim Indonesia. Sehingga, meskipun sederhana, hal tersebut dapat dikatakan sebagai Bunuh Diri Kognitif Industri Maritim Indonesia.

Sehingga, masyarakat Indonesia apabila dihadapkan pada laut dan pantai, maka pola pikir atau mindset yang pertama kali terbentuk dalam imajinasi masyarakat Indonesia adalah wisata.

Dan imajinasi kreatif para pemilik modal kita dalam berwirausaha akan tertahan dan tidak akan jauh-jauh dari investasi usaha terkait pembangunan Resort/Hotel di tepi pantai.

"Jer Basuki Mawabea", diperlukan pengorbanan untuk mencapai setiap kebaikan yang diharapkan. Dan melepaskan kewajiban retribusi laut dan pantai bagi setiap warga negara Indonesia yang hendak berguru kepada laut tentang kesejatian dirinya sebagai bangsa pelaut, bukanlah harga yang terlalu mahal bagi bangsa Indonesia untuk mengembalikan kembali kesadaran kognitifnya sebagai bangsa pelaut.

#Indonesia #Indonesia🇮🇩 #Maritime #Maritim #Sejarah #Laut #Kelautan #Kebijakan #Potensi #Warisan #Budaya #Samudera #Samudra #Industri #Industry #Pelayaran #Bangsa #NenekMoyang #Nusantara #Legenda #Jiwa #Bahari #Retribusi #KebijakanPublik #KebijakanNegatif #Jatidiri

 


Lihat publikasi asli di WordPress

← Kembali ke arsip publikasi